Psikologku
Semua artikel
Karir

Bagaimana setting boundary di tempat kerja

Bima Aditya·15 Mei 2026·6 menit baca

Setting boundary bukan tentang menjadi kaku atau tidak peduli. Ini tentang menjaga ruang agar kamu tetap bisa memberi yang terbaik — tanpa habis di tengah jalan.

Tiga lapis boundary yang sering kabur

  1. Waktu. Jam kerja, jam istirahat, jam personal. Pesan kantor di malam hari sering jadi pintu masuk pertama yang bocor.
  2. Tugas. Apa yang memang bagian dari peranmu, apa yang "tambahan" yang sebenarnya bukan tanggung jawabmu.
  3. Emosi. Sampai mana kamu siap menerima frustrasi orang lain — atasan, klien, rekan — tanpa membawanya pulang.

Cara mengomunikasikan boundary tanpa drama

Banyak orang takut setting boundary karena membayangkan konflik besar. Padahal kalimatnya bisa singkat dan netral:

  • "Aku belum sempat balas, biar besok pagi saja ya."
  • "Aku bisa bantu A, tapi B di luar kapasitas minggu ini."
  • "Aku perlu waktu untuk mikir, balas besok bisa?"

Kuncinya: kalem, jelas, tanpa permintaan maaf berlebih. Permintaan maaf yang berlebihan justru mengundang nego ulang.

"Boundary yang sehat itu bukan dinding tinggi. Lebih mirip pagar pendek — orang tetap bisa lihat, tapi tahu di mana batasnya."
BA
Ditulis oleh
Bima Aditya

Psikolog terverifikasi di Psikologku.

Bacaan lain

Mungkin kamu juga suka