Remaja
Anak remaja & media sosial: kapan harus khawatir?
Ratna Pratiwi·10 Mei 2026·8 menit baca
Larangan blanket "jangan main HP" sudah lama tidak efektif. Media sosial bagian dari dunia mereka — sama nyatanya dengan sekolah atau pertemanan tatap muka. Pertanyaan yang lebih berguna: kapan penggunaan itu berhenti menyehatkan?
Tanda penggunaan masih sehat
- Anak masih tertarik aktivitas lain — hobi, olahraga, ngumpul dengan teman offline.
- Bisa berhenti tanpa drama saat ada hal lebih penting.
- Tidur cukup, mood relatif stabil.
- Mau cerita (sebagian) tentang yang dia lihat di medsos.
Tanda yang perlu jadi perhatian
- Tidur berantakan karena scroll sampai larut.
- Mood drop tajam setelah pakai medsos.
- Menutup layar buru-buru saat orang dewasa mendekat.
- Tampak cemas saat tidak bisa cek HP.
- Nilai akademik atau hobi yang dulu disukai jatuh tiba-tiba.
Cara membuka percakapan
Jangan mulai dengan tuduhan. Mulai dengan rasa ingin tahu yang tulus:
"Aku lihat kamu sering buka aplikasi X. Apa yang menarik di sana? Cerita dong."
"Remaja butuh sekutu, bukan satpam. Bedanya: sekutu boleh memberi batasan, tapi dia berdiri di sisi yang sama denganmu."
RP
Ditulis oleh
Ratna Pratiwi
Psikolog terverifikasi di Psikologku.